Ia menyinggung sejumlah kasus kriminal yang melibatkan anak di bawah umur di Purwakarta, termasuk kasus tewasnya seorang satpam di kawasan Waduk Jatiluhur yang hingga kini menjadi perhatian masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda membutuhkan figur teladan dan lingkungan yang mampu mengarahkan mereka kepada kegiatan positif.
"Generasi penerus ini jangan sampai kehilangan arah akibat minimnya suri keteladanan. Padahal, kurang bagaimana Purwakarta yang notabene memiliki tokoh besar seperti Syaikh Baing Yusuf ini," katanya.
Aa Komara berharap Haol ke-172 Syaikh Baing Yusuf dapat menjadi ruang untuk menguatkan kembali kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan identitas daerah.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa Purwakarta memiliki warisan sejarah dan keilmuan yang panjang, termasuk dari para ulama yang dahulu berperan dalam penyebaran Islam.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
