OTT KPK Sasar BPN Bogor dan Tangerang, Wamen ATR Pastikan Pelayanan Tetap Normal

Tatang Budimansyah
Wamen Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan memastikan pelayanan masyarakat di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang tetap normal. (Foto: Felldy Utama)

JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan memastikan pelayanan masyarakat di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang tetap berjalan normal meski kedua kantor tersebut menjadi lokasi operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ossy mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke kedua kantor pertanahan tersebut pada Selasa (15/9/2026). Hasilnya, aktivitas pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu akibat OTT yang dilakukan KPK.

"Alhamdulillah, tadi pagi juga kami melaksanakan pengecekan di Kantor Pertanahan Bogor dan juga Kota Tangerang, masih berjalan normal dan sesuai dengan prosedural sehari-harinya," kata Ossy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Dia menegaskan, pelayanan publik di lingkungan ATR/BPN tetap menjadi perhatian utama dan harus diberikan secara maksimal kepada masyarakat.

"Itu yang ingin kami tekankan juga hari ini. Jangan sampai isu ini kemudian mengorbankan pelayanan publik kepada masyarakat yang baik, dan kami terus mengecek hal tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan sejumlah wilayah lainnya pada Senin (14/9/2026). Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan 17 orang.

"Di mana dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 17 orang," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Sejumlah pejabat di lingkungan pertanahan turut diamankan dalam operasi tersebut. Mereka di antaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Lampri, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, serta Kepala Kantah Tangerang Kota Tardi.

KPK juga mengonfirmasi politisi Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto turut terjaring dalam OTT tersebut.

Selain itu, Presiden Direktur (Presdir) PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi juga termasuk dalam pihak yang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Editor : Iwan Setiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network