Devina ingin Silaras menjadi wadah bagi pemuda setempat untuk melanjutkan apa yang telah dilakukan Narasa kepada UMKM binaan AMMAN.
Sebelum Silaras dibentuk, Narasa melatih para pemuda setempat untuk mengelola, mengemas, dan mendesain produk olahan milik UMKM.
“Agar program ini berkelanjutan, maka harus ada yang mengawal. Silaras harus jadi pintu masuk, jadi jembatan antara produk UMKM dengan konsumen,” ujarnya.
Ke depan, dia berharap komunitas ini memiliki usaha yang bergerak di bidang desain, kemasan, dan merchandise untuk memenuhi kebutuhan para pelaku UMKM.
Devina mengungkapkan, UMKM binaan AMMAN bukan hanya mempertahankan eksistensinya, melainkan terus berinovasi agar naik kelas. “Saya optimistis perusahaan ini tak main-main dalam melakukan pembinaan,” tandasnya.
Memanfaatkan Tanpa Merusak
Apa yang diyakini oleh Devina, dibuktikan AMMAN dengan menyabet sejumlah penghargaan atas keseriusannya dalam mengejawantahkan CSR.
Sejumlah penghargaan yang diraih berkaitan dengan program CSR, di antaranya Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2019, BKPM Award 2021, Subroto Award 2024, dan PROPER Hijau 2026.
PT AMMAN berhasil meraih penghargaan Subroto 2024 dari Kementerian ESDM. (Foto: Dok AMMAN)
Nun jauh dari Bogor, Devina menyatakan rasa salutnya kepada AMMAN karena jejak program komunitas Silaras yang diinisiasinya masih relevan hingga saat ini.
Sementara itu, Indriani terus berkutat dengan rutinitasnya: menjajakan Quinbi hingga produknya itu melanglangbuana ke luar kota.
Dia tak pernah merasa khawatir kehabisan pasokan madu, sebab ada Iyaf dan kelompoknya yang menjelajah belantara Jaran Pusang.
Ya, Iyaf. Sosok yang sudah menganggap Jaran Pusang adalah sahabat dan sumber penghidupannya. Di sanalah dia berinteraksi dengan alam, mengambil manfaat tanpa merusaknya.***
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
