Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 orang berhasil dievakuasi, termasuk enam orang yang ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang lainnya masih belum ditemukan.
Sebelumnya, kecelakaan juga terjadi pada KMP Putri Yasmin yang mengalami kebakaran pada 12 Agustus 2026. Kapal tersebut melayani rute Pelabuhan Padangbai, Karangasem, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
KMP Putri Yasmin berangkat dari Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA. Sekitar pukul 03.45 WITA, masinis jaga melihat asap muncul di car deck dan melaporkannya kepada mualim jaga. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada nakhoda.
Insiden lainnya menimpa KLM Nurulsalsa 01 yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal penumpang tradisional tersebut melayani rute Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar.
KLM Nurulsalsa 01 bertolak dari Jampea menuju Benteng Selayar pada 15 Juli 2026 sekitar pukul 06.00 WITA. Sekitar pukul 11.25 WITA, Unit Penyelenggara Pelabuhan Jampea menerima informasi bahwa kapal mengalami mati mesin dan terombang-ambing sekitar empat mil laut di sebelah selatan Pulau Polassi.
Selain itu, insiden juga terjadi pada KM Prince Soya saat kapal sedang bersandar di pelabuhan umum Samarinda. Kapal milik PT Bunga Teratai tersebut membawa 37 orang kru dan seluruhnya dilaporkan berhasil selamat.
Editor : Iwan Setiawan
