Ia mencontohkan, dengan asumsi penghasilan sekitar Rp150.000 per hari, pengemudi ojol masih harus mengeluarkan biaya untuk bahan bakar dan kebutuhan makan sehari-hari. Karena itu, penyediaan sarapan gratis diharapkan bisa membantu meringankan beban pengeluaran mereka.
Selain manfaat ekonomi, kegiatan ini juga ditujukan untuk mempererat hubungan antarpengemudi ojol. Febri menyebut, jumlah pengemudi ojol di Purwakarta diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang. Namun, tidak semuanya saling mengenal meski bekerja di bidang yang sama.
Melalui kegiatan Ngariung Kamtibmas, para pengemudi diharapkan bisa semakin akrab, membangun solidaritas, serta memperluas komunikasi dengan kepolisian.
“Setidaknya ini menjadi wadah silaturahmi teman-teman ojol. Dengan kegiatan ini, mereka bisa saling mengenal dan punya kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung,” ujarnya.
Salah seorang pengemudi ojol, Terani, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, sarapan gratis sangat membantu para pengemudi yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
