Tak Hanya Cegah Stunting, MBG Dorong Ekonomi UMKM Lokal
KARAWANG, iNewsPurwakarta.id - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar di Kabupaten Karawang bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN). Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana, yang menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan program prioritas pemerintah tersebut.
Pemerintah menggelar sosialisasi MBG di GOR Graha Mukti, Kutamukti, Kutawaluya, Karawang, Kamis (26/2), mulai pukul 13.00 WIB. Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan yang bertujuan memperluas pemahaman masyarakat terkait manfaat program tersebut.
Dalam pemaparannya, Cellica menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia mengakui, sebagai program yang relatif baru, MBG masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya.
“Program yang baru itu pasti ada proses adaptasi. Tapi adaptasi itu harus membaik dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, dari hari ke hari. Karena tujuan memberikan makan bergizi gratis adalah agar anak-anak cerdas, tidak ada stunting, bayi berat badannya sesuai, dan ibu menyusui bisa menyusui dengan lancar. Sebab pemerintah sedang menyiapkan Indonesia Emas 2045,” ujar Cellica.
Tak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi, program MBG juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Keterlibatan pelaku UMKM dalam penyediaan menu, pemberdayaan tenaga kerja setempat, hingga pengelolaan dapur MBG menjadi bagian dari ekosistem yang turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Menurut Cellica, kolaborasi antara DPR RI, BGN, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Ia mengajak semua pihak untuk aktif mengawal pelaksanaan MBG sekaligus memberikan masukan demi perbaikan berkelanjutan.
“Program yang baik ini harus didukung dengan sosialisasi yang baik. Tentunya kita semua, masyarakat, kami di DPR RI bersama BGN dan pemerintah harus berkolaborasi. Yang kurang baik harus diperbaiki. Tapi kalau sudah bagus juga harus kita apresiasi,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi kendala di lapangan, pemerintah juga akan menyiapkan saluran pengaduan atau hotline. Fasilitas ini diharapkan mampu menampung aspirasi dan laporan masyarakat terkait kualitas gizi, keamanan pangan, hingga kelancaran rantai pasok.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis semakin meningkat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan. ***
Editor : Iwan Setiawan