Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penghasutan, Bareskrim Dalami Laporan JK
Advertisement . Scroll to see content

Ceramah Soal Mati Syahid Berujung Laporan Polisi, Jusuf Kalla: Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 18:42 WIB
  • author Tatang Budimansyah
Ceramah Soal Mati Syahid Berujung Laporan Polisi, Jusuf Kalla: Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan
Jusuf Kalla (JK) saat menggelar konferensi pers di Jakarta terkait ceramah di UGM beberapa waktu lalu. (foto: Ari Sandita Murti/iNews.id)

Dalam penjelasannya, JK menyinggung konflik di Poso yang dipicu oleh isu agama, termasuk pemahaman tentang syahid dalam Islam dan martir dalam Kristen.

"Saya mendamaikan ini, apa saya menista agama, saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu. Saya tahu kenapa dia berbuat begitu, dia pikir ini perang agama (perang suci), siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen namanya martir, tapi saya berada di masjid, tidak mengerti martir, karena hampir sama syahid dengan martir, cuma bedanya caranya," ungkapnya.

Ia menegaskan, istilah syahid digunakan karena menyesuaikan dengan audiens di masjid yang dinilai lebih familiar dengan istilah tersebut dibandingkan martir.

"Kalau syahid mati karena membela agama, martir juga begitu mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja, saya di masjid maka saya pakai kata syahid karena kalau saya pakai kata martir jemaah tidak tahu," katanya.

Polemik ceramah tersebut berujung pada laporan ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.

 

 

 

 

 

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut