Bukan Simsalabim: Di Lingkar Industri IMIP, Dedaunan Berubah Jadi Uang
Atas komitmennya dalam menjalankan CSR, IMIP menyabet sejumlah penghargaan. Terbaru, dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 di Solo pada 6 Agustus 2026, perusahaan ini menyabet tiga penghargaan, yakni:
Sebelumnya, pada April 2026 di ajang Nusantara CSR Awards (NCSRA) ke-17 tahun 2026, IMIP meraih penghargaan predikat Platinum sebagai salah satu perusahaan penggerak utama implementasi CSR terbaik nasional.

Dilansir dari situs resmi IMIP, Tim Research and Support Department Secretariat and General Affair (SGA) PT IMIP mencatat bahwa sektor kuliner menjadi kategori usaha terbesar di Kecamatan Bahodopi.
Per Oktober 2025, tercatat sebanyak 2.107 unit usaha (26 persen) dari total 7.643 unit UMKM. Dari 2.107 unit kuliner, di dalamnya termasuk 111 kafe dan restoran. Jumlah UMKM yang mencapai ribuan tersebut, berhasil menyerap 16.705 orang tenaga kerja lokal.
Sekitar 43 km dari rumah Susanti, ada sosok bernama Nicolas Hamdani (35), pemilik kedai kopi yang membuka usahanya di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa/Kecamatan Bahodopi.
Boleh jadi antara Susanti dan Nicolas tak saling mengenal, apalagi berinteraksi. Namun, keduanya sama-sama merasakan berkah atas keberadaan PT IMIP.
Nico, sapaan akrab Nicolas Hamdani, termasuk sosok yang cerdas membaca peluang bisnis. Lelaki yang bekerja di sebuah perusahaan di Desa Lalampu sebagai general manager itu meyakini bahwa kawasan sekitar industri adalah ladang cuan.

Naluri bisnisnya terus menggelitik hingga pada 2 Agustus 2025 dia memutuskan membuka kedai dengan nama Waroeng Kopi Boss. Benar saja, naluri bisnis Nico nyatanya tak meleset. Waroeng Kopi Boss tak pernah sepi dari pengunjung.
“Saya bisa pastikan, keberadaan industri akan selalu berpengaruh terhadap berbagai lini usaha di sekitarannya,” tandas Nico, Kamis, 27 Agustus 2026.
Dia tak menampik bahwa kehadiran PT IMIP berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan geliat ekonomi warga di sekitar kawasan industri.
Editor : Iwan Setiawan