get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Purwakarta Salahgunakan Dana CSR? Ini Kata Ketua Forum TJSLP

Bukan Simsalabim: Di Lingkar Industri IMIP, Dedaunan Berubah Jadi Uang

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:43 WIB
header img
Kelompok Ecoprint Intan Permata memilah dedaunan untuk dijadikan pola yang nantinya menjadi karya seni yang menakjubkan. (Foto: Dok Intan Permata)

Nico mengungkapkan, pada awal Waroeng Kopi Boss dibuka, kondisi di kawasan industri sudah berkembang pesat. “Di sekitar kami sudah banyak toko bangunan, sejumlah kantor kontraktor, dan rumah-rumah kos,” terangnya.

Dia menambahkan, kondisi ekonomi masyarakat ikut berubah karena sebagian besar sudah memperoleh pekerjaan, yakni menjadi karyawan PT IMIP.

Bahwa Waroeng Kopi Boss tak pernah sepi dari pengunjung, bukanlah isapan jempol belaka. Lihat saja, para karyawan IMIP dan warga sekitar, mulai dari pekerja lapangan hingga kantoran menjadi langganannya.

Nico enggan mengungkapkan berapa omzet yang diraupnya. Namun yang pasti per hari lebih dari seratus cangkir kopi dia sajikan untuk para pelanggannya itu.

“Pelanggan saya sebagian besar adalah pekerja IMIP. Selain itu, pelanggan saya yang lainnya yakni para pemilik usaha di sekitar sini, juga warga lokal. Tanggal muda dan akhir pekan biasanya lebih ramai,” terang Nico.

Bidang Usaha pun Bermunculan

Untuk melayani para pelanggan setianya, Nico mempekerjakan delapan orang pegawai, “Melihat bisnis ini cukup prospektif, jika Tuhan berkehendak saya dan istri berencana membuka cabang take away di SPBU Bahodopi,” imbuhnya.

Dia menuturkan, selain kedai dan rumah makan, bidang usaha lain pun ikut tumbuh karena adanya aktivitas industri IMIP, “Bisnis kuliner makin menjamur, belum lagi toko-toko bangunan, pakaian, dan pasar-pasar kecil. Pokoknya perputaran uang di sekitar kawasan IMIP keren abis,” terangnya.

Bagi Nico, IMIP sudah menjadi bagian dari kehidupan ekonomi sekitar. “Saya katakan demikian karena sebagian besar yang menumbuhkan perekonomian itu adalah mereka yang bekerja dan beraktivitas di dalam kawasan itu,” tandasnya.


Sejumlah karyawan PT IMIP tengah menikmati seduhan kopi dan aneka camilan di Waroeng Kopi Boss. (Foto: Dok WKB)
 

Ikhwal tenaga kerja, Direktur Komunikasi PT IMIP Emilia Bassar memaparkan bahwa per Juli 2026 jumlah tenaga kerja aktif di kawasan IMIP mencapai 97.427 orang. Sedangkan tenaga kerja alih daya yang bekerja di sejumlah perusahaan kontraktor dan jasa sebanyak 20.000 orang.

Dari jumlah tenaga kerja aktif, sebanyak 90.405 orang (92 persen) berasal dari Sulawesi. Adapun tenaga kerja dari Sulawesi Tengah tercatat lebih dari 30 ribu, dengan rincian 17 ribu dari Morowali dan 10 ribu dari Bahodopi.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut