Bukan Simsalabim: Di Lingkar Industri IMIP, Dedaunan Berubah Jadi Uang
Susanti berujar, IMIP secara terus-menerus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada Intan Permata. Kelompok ini juga mendapat sokongan berupa pemberian alat produksi seperti dandang, kompor, dan mesin jahit.
Tak hanya itu, IMIP juga kerap menggelar upaya peningkatan kapasitas, dengan materi di antaranya berupa teknik pemasaran, pengelolaan keuangan, dan branding.
“Dalam setiap even, seperti pameran atau sejenisnya, kami selalu dilibatkan. Jadi, kami tak pernah berhenti berproduksi,” tutur Susanti.
Kebersamaan yang Menghasilkan Uang
Yang membahagiakan, lanjut Susanti, sejak beberapa bulan silam IMIP sudah secara kontinu memesan hasil kerajinan ecoprint Intan Permata. Produk yang biasanya dipesan berupa tas goni, tumbler atau mug.
“Ya, biasanya jika perusahaan sedang mengadakan even, ada karyawan yang sedang berulang tahun, atau ketika ada tamu, ecoprint kami dipesan untuk cendera mata,” imbuh ibu dari tiga anak itu.
Produk yang dihasilkan Intan Permata di antaranya berupa tas kain goni, tumbler, gelas keramik, kipas bambu, dan topi. Harga produk tersebut berkisar antara Rp50.000-Rp200.000.
“Seingat saya, sudah delapan kali IMIP memesan produk Intan Permata. Juni kemarin pesan 150 buah gelas keramik. Alhamdulillah. Seperti biasa, keuntungan dari hasil penjualannya dibagikan kepada para anggota. Dalam sekali produksi, setiap anggota kelompok bisa mengantongi hingga Rp1.650.000,” ujar Susanti.
Amran Boli, Kepala Desa Matansala mengaku salut dengan kiprah para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Ecoprint Intan Permata. Sejak diberi kesempatan oleh IMIP berupa pelatihan membuat ecoprint, mereka konsisten menjalankan usahanya.
Intan Permata berkumpul bukan untuk mengobrol ngalor-ngidul membahas sesuatu yang tak karuan, “Kebersamaan mereka menghasilkan uang. Lumayan untuk menambah penghasilan,” ujar Amran, 30 Agustus 2026.
Sokongan Amran ditunjukkan dengan merelakan rumah orang tuanya untuk dijadikan sebagai tempat produksi bagi Intan Permata.
Menurut Amran, sebenarnya tempat paling ideal untuk rumah produksi adalah aula Wisata Mangrove. Di sana, di samping menikmati keindahan pantai Matansala, para pengunjung wisata bisa menyaksikan proses pembuatan ecoprint. Itu akan menjadi daya tarik tersendiri.
Editor : Iwan Setiawan