Burayot, Candi Cangkuang dan Makam Mbah Dalem: Sebuah Perjalanan Wisata ke Kampung Pulo
Masjid yang tak jauh dari area parkir ini memiliki penataan tempat wudu yang apik dan toilet yang wangi dan resik. Selain itu, di tepi Situ Cangkuang ada sejumlah musala yang juga tampak terawat.
“Di Kampung Pulo memang hanya ada tujuh bangunan, yaitu satu masjid dan enam rumah. Sesuai tradisi, jumlah bangunan di sini tak boleh ditambah atau dikurangi. Harus tetap berjumlah tujuh,” terang Zaki Munawar, Ketua Komunitas Masyarakat Adat Kampung Pulo.
Tujuh bangunan yang berdiri di pemukiman adat ini melambangkan jumlah anak Mbah Dalem Arief Muhammad. Enam rumah merupakan simbol jumlah anak perempuan, sedangkan satu masjid menyimbolkan anak laki-lakinya.
Saat ini Kampung Pulo yang memiliki luas 16,5 hektare itu dihuni oleh enam kepala keluarga dengan jumlah total 18 orang.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Mbah Dalem Arief Muhammad? “Beliau adalah seorang panglima perang Kerajaan Mataram penyebar agama Islam yang hidup di abad 17,” ujar Zaki.

Dia berkisah, sebagai seorang panglima perang, Mbah Dalem Arief Muhammad mendapat perintah dari Sultan Agung untuk menggempur tentara VOC di Batavia.
“Namun beliau gagal dalam menjalankan misinya itu. Beliau tak kembali ke Mataram dan mencari tempat persembunyian yang aman, hingga akhirnya menemukan Kampung Pulo,” papar Zaki.
Dia menambahkan, ketika Mbah Dalem Arief Muhammad datang, masyarakat setempat adalah penganut ajaran Hindu.
“Melalui penyebaran Islam yang beradaptasi dengan budaya setempat, Islam dapat diterima masyarakat Kampung Pulo. Mbah Dalem wafat dan dimakamkan di sini, bersebelahan dengan Candi Cangkuang,” terangnya.
Tak jauh dari Candi Cangkuang dan makam Mbah Dalem Arief Muhammad, terdapat museum yang di dalamnya tersimpan naskah-naskah kuno sebagai bukti penyebaran Islam.
“Sebagian naskah ditulis di atas kulit kayu menggunakan aksara Arab dengan bahasa Jawa kuno,” imbuh Zaki.
Dari kawasan tersebut, para pelancong dapat melihat bentangan sawah di bagian selatan, dan Gunung Guntur di sebelah barat.
Akses Mudah, Kuliner Halal
Ada sejumlah aturan yang harus ditaati para pengunjung untuk menghormati adat setempat.
“Pengunjung harus menjaga ketenangan ketika ada orang yang sedang berdoa atau beribadah, baik di Candi Cangkuang maupun di makam Mbah Dalem Arief Muhammad,” ujar Zaki
Editor: Iwan Setiawan