Burayot, Candi Cangkuang dan Makam Mbah Dalem: Sebuah Perjalanan Wisata ke Kampung Pulo
Lintas lembaga ini meluncurkan program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Dengan program ini, sejauh mana kesiapan provinsi dalam menerapkan Pariwisata Ramah Muslim berstandar internasional bisa diketahui.
Selain dengan BI, Kemenpar juga merangkul Bappenas. Tiga lembaga itu membuat standar nasional layanan Pariwisata Ramah Muslim. Tujuannya tak lain untuk menjamin konsistensi kualitas pelayanan pada destinasi Indonesia.
Pada perhelatan IMTI 2026, Provinsi Jawa Barat dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik dengan menyabet Juara 1. Posisi Juara 2 dan 3 masing-masing ditempati oleh Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan pada acara Indonesia Muslim Friendly Travel Summit.
Acara yang dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali ini, merupakan rangkaian dari ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13. Perhelatan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, 14–18 Oktober 2026.
Ini merupakan kali kedua Provinsi Jabar meraih posisi terbaik. Pada IMTI 2025, provinsi ini juga menyabet Peringkat I. Sebuah pencapaian yang patut dibanggakan.
Pada kesempatan itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menyatakan bahwa Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi salah satu pusat pariwisata ramah muslim dunia.
Dalam siaran pers Bank Indonesia, Ricky menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan daerah.
“Tujuannya agar Pariwisata Ramah Muslim mampu memberikan manfaat ekonomi yang makin luas bagi masyarakat. Selain itu, juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Ricky.

Dia menambahkan bahwa pengembangan Pariwisata Ramah Muslim merupakan salah satu potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Editor: Iwan Setiawan