Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Yusril dan Luhut Bahas Revisi UU Tipikor, Pemerintah Tegaskan Tak Akan Hapus Unsur Kerugian Negara
Advertisement . Scroll to see content

Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan? Begini Respons Yusril

Selasa, 03 November 2026 | 19:47 WIB
  • author Tatang Budimansyah
Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan? Begini Respons Yusril
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra angkat bicara mengenai kabar penangkapan sejumlah jenderal Polri yang beredar di media sosial. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra angkat bicara mengenai kabar penangkapan sejumlah jenderal Polri yang beredar di media sosial. Informasi tersebut dikaitkan dengan dugaan penyadapan percakapan Presiden dan Kapolri.

Yusril mengaku belum memperoleh informasi yang dapat memastikan kebenaran kabar tersebut. Dia menegaskan belum menerima konfirmasi resmi mengenai dugaan pengamanan sejumlah perwira tinggi Polri.

"Saya belum dapat menjelaskan apa-apa karena itu memang rumor yang berkembang di berbagai media sosial. Tapi sampai saat ini saya belum mendapatkan konfirmasi kebenaran atas rumor yang berkembang itu," kata Yusril kepada wartawan saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Tanah Abang, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar dan menunggu penjelasan dari pejabat pemerintah yang memiliki kewenangan.

"Mohon bersabar, barangkali nanti ada pihak yang berkompeten di kalangan pemerintah untuk menjawab dan menjelaskan persoalan ini," ujarnya.

Terkait isu penyadapan yang disebut-sebut berhubungan dengan percakapan Presiden dan Kapolri, Yusril kembali menyatakan belum mengetahui duduk perkara sebenarnya. Dia memilih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

"Saya juga belum tahu apa yang terjadi. Jadi nanti kita akan tunggu saja. Barangkali nanti akan ada penjelasan resmi soal itu dari pejabat yang memang punya otoritas untuk menjelaskannya," tuturnya.

Yusril mengatakan, informasi yang diketahuinya sejauh ini hanya berasal dari pemberitaan dan media sosial. Karena itu, dia belum bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

"Saya pun sama seperti Anda, mendengar kabar itu, membaca juga di media sosial. Belum dapat memastikan apa-apa tentang apa yang sebetulnya terjadi," katanya.

Saat ditanya apakah Mabes Polri telah memberikan penjelasan mengenai pihak-pihak yang dikabarkan diamankan, Yusril mengaku belum mengetahuinya.

"Belum, belum. Entahlah kalau sudah ada sekarang. Karena saya ada di dalam 21 jam, tidak ikuti perkembangan," ucapnya.

Dia juga memastikan belum ada komunikasi dari Presiden kepada Kementerian Koordinator Kumham Imipas untuk menindaklanjuti isu tersebut.

"Belum, sama sekali," katanya.

Sebelumnya, kabar mengenai penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri ramai beredar di media sosial. Informasi itu dikaitkan dengan dugaan penyadapan percakapan antara Presiden dan Kapolri. Bahkan, salah satu nama yang disebut-sebut diamankan dikabarkan merupakan jenderal polisi berpangkat bintang empat.

Merespons kabar tersebut, Mabes Polri menjadwalkan konferensi pers pada Selasa (3/11/2026) sore untuk menyampaikan penjelasan lebih lanjut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir meminta masyarakat menunggu keterangan resmi dari kepolisian saat ditanya mengenai kabar penangkapan sejumlah jenderal Polri.

"Nanti ya, ditunggu ya," kata Isir saat ditemui di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Namun, Isir belum memastikan waktu pelaksanaan konferensi pers tersebut. Sebelumnya, dia menghadiri acara yang juga diikuti Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto di lokasi yang sama. Meski demikian, Suyudi belum memberikan penjelasan terkait kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri tersebut.

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut