“Semua kebutuhan ada di sini. Memasuki rest area 88, saya merasa dimanjakan. Selain aman dan nyaman, tempat ini begitu resik sejauh mata saya memandang. Tak terlihat adanya ceceran sampah,” tandas Aris.
Rumah Kompos yang Mentereng
Lantas, ke mana sampah itu dibuang? Padahal sebagai tempat yang boleh dibilang pusat keramaian, Travoy Rest KM 88B pasti memproduksi sampah yang tak sedikit. Tanpa pengelolaan yang tepat, malah bakal menimbulkan masalah baru: mencemari lingkungan!
“Kami punya Rumah Kompos,” terang Tomi Riyanto, Supervisor Jasa Marga Related Business (JMRB) Travoy Rest KM 88B. “Soal sampah, siklusnya tidak berakhir di tangan petugas kebersihan. Sebaliknya, sampah yang diangkut ke Rumah Kompos merupakan tahap awal dari proses pengolahan,” imbuhnya.
Rumah Kompos yang dimaksud Tomi, adalah sebuah bangunan berukuran 40 X 12 meter yang terletak di bagian belakang areal rest area. Rupanya, dalam hal pengelolaan sampah terpadu dan mandiri, manajemen Travoy Rest KM 88B tak main-main.
“Di tempat inilah proses pengolahan sampah, mulai dari diturunkan dari cator hingga menjadi pupuk organik dilakukan,” terang Tomi.
Dibantu dua orang pekerja, Supervisor Jasa Marga Related Business (JMRB) Travoy Rest KM 88B Tomi Riyanto memilah sampah organik dan non-organik. (Foto: Tatang Budimansyah/iNewsPurwakarta.id)
Bangunan ini tampak kokoh dan mentereng. Tampak sejumlah mesin yang digunakan untuk mengolah sampah. Mulai dari mesin pemilah, pencacah, pengayak, hingga mesin fermentasi beroperasi setiap hari. Hasil pengolahannya berupa pupuk organik padat dan cair.
“Proses produksi pupuk berlangsung selama 14 hari. Dalam sekali proses kami menghasilkan 30 kg pupuk organik. Jadi dalam sebulan kami mampu memproduksi 60 kg,” terang Tomi.
Pupuk organik padat yang diproduksi Jasa Marga Related Business (JMRB) Travoy Rest KM 88B. (Foto: Tatang Budimansyah/iNewsPurwakarta.id)
Kelola Sampah hingga Tuntas
Keberadaan Rumah Kompos menarik perhatian Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq. Dia mengapresiasi praktik pengelolaan sampah terpadu dan mandiri yang dilakukan manajemen Travoy Rest KM 88B.
Ujaran itu dilontarkan Hanif saat melakukan inspeksi ke tujuh rest area ruas tol Trans Jawa, termasuk ke Travoy Rest KM 88B, Kamis, 25 Desember 2025. Saat itu, Hanif dan rombongan berkesempatan meninjau Rumah Kompos.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
