JAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, melaporkan capaian program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Hingga akhir 2025, program tersebut telah terealisasi sepenuhnya dengan menjangkau 16.167 satuan pendidikan dan didukung anggaran lebih dari Rp16,9 triliun.
Menurut Mu'ti, pelaksanaan revitalisasi pada 2026 juga menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total alokasi yang telah ditetapkan, hampir 70 persen sekolah telah memasuki tahap pengerjaan.
"Sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah memasuki tahap pengerjaan dan sebagian sekolah tersebut ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus 2026," ucap Mu'ti dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (14/6/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah bangunan sekolah yang saat ini sedang direvitalisasi ditargetkan dapat digunakan pada awal tahun ajaran baru 2026/2027. Dengan demikian, peserta didik dan tenaga pendidik dapat segera memanfaatkan fasilitas yang telah diperbarui untuk mendukung proses belajar mengajar.
Selain meningkatkan kualitas sarana pendidikan, program revitalisasi yang dijalankan melalui skema swakelola juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Menurut Mu'ti, pola pelaksanaan tersebut membuka peluang kerja dalam jumlah besar selama proses pembangunan berlangsung.
"Skema swakelola diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja dengan rentang waktu pekerjaan antara tiga hingga delapan bulan,” katanya.
Tak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur sekolah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memperkuat transformasi pembelajaran berbasis teknologi. Sepanjang 2025, kementerian telah mendistribusikan sebanyak 288.865 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Mu'ti mengatakan perangkat tersebut telah dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, penggunaan teknologi tersebut memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
"Perangkat tersebut kini telah dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan hasil kajian menunjukkan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta motivasi belajar murid," ucapnya.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
