Vice President Director PT East West Seed Indonesia, Isak Heryawan, mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen untuk mendekatkan masyarakat dengan dunia pertanian.
“Kami percaya bahwa ketahanan pangan kota dimulai dari ketahanan lingkungan dan keterlibatan masyarakat di dalamnya. Urban farming bukan hanya tentang menanam pangan, tetapi juga menghadirkan akses terhadap pangan segar dan sehat, sekaligus membangun kota yang lebih hijau, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim,” ujar Isak.
Menurutnya, urban farming menjadi solusi yang tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Kebun-kebun yang tumbuh di pekarangan rumah, RPTRA, gang hijau hingga atap gedung mampu menambah ruang hijau produktif, memperbaiki kualitas udara, dan memperpendek rantai distribusi pangan.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga terus meningkat. Tahun ini tercatat sebanyak 562 kelompok tani urban berpartisipasi, terdiri dari 177 kelompok di Jakarta Selatan, 148 kelompok di Jakarta Timur, 127 kelompok di Jakarta Barat, 58 kelompok di Jakarta Utara, dan 52 kelompok di Jakarta Pusat.
Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra, Gerakan Tanam Raya Bersama Jakarta diharapkan mampu memperkuat budaya menanam di tengah masyarakat sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan pangan perkotaan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. (***)
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
