"Sudah direncanakan. Senjata sudah disiapkan dari awal. Nanti akan kami dalami lebih lanjut terkait barang bukti samurai maupun celurit," ujar Made.
Motif sementara pembunuhan dipicu rasa sakit hati. Pelaku mengaku tersinggung karena korban kerap mengucapkan perkataan yang dianggap menyinggung kondisi ekonominya.
"Motif sementara karena sakit hati terkait perkataan korban yang sering menyinggung keadaan ekonomi pelaku," katanya.
Berdasarkan rekaman CCTV yang diamankan polisi, korban saat itu hendak mengumandangkan azan Zuhur. Namun sebelum memasuki area masjid, pelaku datang sambil membawa pedang di tangan kanan dan celurit di tangan kiri.
Penyerangan terjadi di area gerbang menuju masjid. Korban tidak sempat melakukan perlawanan karena pelaku langsung menyerangnya menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka bacok parah di sejumlah bagian tubuh.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
