Bukan Simsalabim: Di Lingkar Industri IMIP, Dedaunan Berubah Jadi Uang

Tatang Budimansyah
Kelompok Ecoprint Intan Permata memilah dedaunan untuk dijadikan pola yang nantinya menjadi karya seni yang menakjubkan. (Foto: Dok Intan Permata)

Pertumbuhan industri di Morowali, khususnya di IMIP, berimbas kepada berkembangnya sektor ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah. Sepanjang Juni 2025 hingga Juli 2026, ada kenaikan serapan tenaga kerja sebesar 13,53 persen.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan jumlah angkatan kerja formal di Sulawesi Tengah, dari 477,2 ribu orang pada Agustus 2023, menjadi 500,1 ribu orang pada 2024. Jumlah tersebut kembali mengalami peningkatan pada Agustus 2025 menjadi 525,8 ribu orang.

“Perkembangan industri pengolahan di Morowali mendorong adanya pergeseran struktur ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah, dari sektor pertanian dan perikanan ke sektor industri,” ujar Emilia.

Dia menambahkan, keberadaan Kawasan IMIP juga berdampak terhadap pesatnya pertumbuhan ekonomi daerah. “Sektor industri pengolahan tercatat menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di provinsi ini,” terangnya.

Dalam upayanya memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM), PT IMIP menggelar program magang, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi/lembaga pendidikan vokasi.


Perkembangan jumlah tenaga kerja PT IMIP tahun 2020-2026. (Infografis: tatang budimansyah/AI)
 

Penggerak Utama Perputaran Uang

Dengan fakta yang dipaparkan Emilia tersebut, tak berlebihan jika Nico mengajak warga di sekitar kawasan industri tidak menyia-nyiakan peluang bisnis yang membentang di depan mata.

Menurutnya, siapa pun harus memanfaatkan kehadiran kawasan industri. Seberapa besar manfaatnya, tergantung bagaimana seseorang meresponsnya dalam membaca peluang.

Membaca peluang? Benar. Ujaran yang dilontarkan Nico memang tepat. Sejak IMIP beroperasi, perusahaan pengolahan nikel terintegrasi ini telah mampu mengubah wajah Bahodopi.

Hingga akhir 2025, terjadi pertumbuhan ekonomi di kecamatan ini. Pola konsumsi harian warga yang didominasi karyawan kawasan IMIP, berpengaruh terhadap terjadinya pertumbuhan tersebut.

Fakta ini terungkap ketika tim Research and Support Department Secretariat General Affair PT IMIP melakukan survei. Hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran warga mencapai Rp5.750.880 setiap bulan.

Editor : Iwan Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network