Melalui kewajiban wajib lapor, kepolisian berupaya menanamkan pemahaman kepada para pelaku mengenai konsekuensi hukum dan dampak sosial dari tindakan mereka. Pengawasan secara berkala juga diharapkan dapat membantu mendeteksi potensi keterlibatan kembali dalam aksi kekerasan sejak dini.
Kapolres Purwakarta juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anaknya. Keluarga diharapkan tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pembinaan kepada kepolisian, tetapi turut mengawasi pergaulan, aktivitas, serta keberadaan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah remaja terjerumus dalam lingkungan pergaulan negatif.
Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan, pencegahan tawuran membutuhkan kepedulian bersama, baik dari keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Jangan sampai masa depan generasi muda rusak karena tawuran. Kami mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap pergaulan anak-anaknya, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan pengawasan dan arahan. Kami juga mengimbau para remaja agar menjauhi kekerasan, mengutamakan keselamatan, dan mengisi waktu dengan kegiatan positif,” imbaunya.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
