Dari sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Banyumas pada triwulan III 2025 melampaui angka rata-rata nasional. Hal ini didorong oleh ekspansi belanja pemerintah, sektor pertanian, dan industri pengolahan. Sektor pertanian dan industri tekstil menjadi penopang utamanya.
Realisasi investasi hingga Triwulan III 2025 mencapai Rp2,49 triliun, didominasi sektor perumahan. Adapun tingkat kemiskinan Kabupaten Banyumas pada Maret 2025 sebesar 11,15 persen, mengalami penurunan 0,80 poin persentase dibandingkan bulan yang sama tahun 2024 yang berada di level 11,95 persen.
Sementara itu, pendapatan daerah dalam APBD 2025 sebesar Rp3.905,15 miliar mengalami kenaikan sebesar 1,35 persen dari tahun lalu.
Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM, digitalisasi, dan peningkatan data untuk pembangunan.
Ramah Dunia Usaha
Pada awal Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Forum Investasi Banyumas 2025 di Restoran Taman Pringgading.
Bersama dengan para pemangku kepentingan, para pelaku usaha tumplek dalam acara tersebut. Forum Investasi Banyumas merupakan upaya pemkab untuk mengukuhkan lebih erat kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan investasi yang produktif dan berkelanjutan.
Bupati Sadewo Tri Lastiono dalam acara Forum Investasi Banyumas 2025. foto: Humas Pemkab Banyumas
Dalam kesempatan tersebut, dilansir dari banyumaskab.go.id, Bupati Sadewo Tri Lastiono menekankan pentingnya prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam proses perizinan. Dia tak ingin mendengar adanya praktik transaksional sepanjang berlangsungnya proses perizinan.
“Ini untuk menciptakan iklim investasi yang transparan, bersih, dan kondusif. Jika ditemukan praktik transaksional, saya akan melaporkan kepada aparat penegak hukum,” tandas Bupati Sadewo.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
