Dia menilai pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Tujuannya agar proses investasi makin mudah dan cepat, sejalan dengan visi Banyumas sebagai daerah yang pro-investasi dan ramah dunia usaha. Visi itu bukan hanya slogan, tapi komitmen nyata,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut pun mengemuka rencana proyek strategis yang tengah dijajaki. Rencana pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap diharapkan akan memperkuat konektivitas ekonomi antara jalur utara dan selatan Jawa Tengah.
“Saya meminta Menteri PUPR untuk memperjuangkan agar tol Pejagan–Cilacap masuk proyek strategis nasional. Alhamdulillah, permintaan disetujui dan kita sedang mencari investor dari dalam dan luar negeri,” ujarnya.
Dia berharap melalui forum ini Pemkab Banyumas mampu membuka peluang kerja baru untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjadikan kabupaten berpenduduk 1,86 juta jiwa ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jawa Tengah.
Ekspektasi yang digaungkan Bupati Sadewo Tri Lastiono tersebut tak hanya sekadar isapan jempol jika disokong oleh segenap masyarakat untuk bergerak bersama mewujudkan Banyumas PAS.
Desa Melung hanyalah salah satu desa yang cerdik menggali potensi dan membaca peluang. Desa-desa lain di 27 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Banyumas tentu memiliki potensi, jati diri, dan karakter masing-masing untuk terus digali demi kesejahteraan tanpa menghilangkan akar budaya.
Sebab sejatinya, kesejahteraan yang sudah dicicipi orang desa menjadi indikator bahwa sebuah kabupaten telah mencapai tingkat kesejahteraan yang hakiki. Timbul Yulianto, Khoerudin, dan Sadewo Tri Lastiono hidup dalam era yang berbeda dengan Raden Joko Kahiman.
Namun, semua sosok ini memiliki cita-cita luhur yang sama, yakni mewujudkan Banyumas yang sejahtera dan berkeadilan.***
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
