Khoerudin optimistis Desa Melung tidak akan pernah kehilangan jati dirinya. Sebab, keramahan dan tradisi gotong royong, upaya pelestarian alam dan seni budaya, tetap menjadi komitmen bersama. “Itu sejalan dengan visi kami, yakni Mewujudkan Desa Melung yang Berkualitas, Mandiri dan Berbudaya,” imbuh Khoerudin.
Perubahan yang terjadi di Desa Melung menjadi gambaran bagaimana pembangunan berbasis masyarakat mulai membentuk wajah baru Kabupaten Banyumas.
Tema Produktif Adil Sejahtera (PAS) untuk Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455 memang terasa sangat pas dengan semangat mengakselerasi pembangunan yang tengah digelorakan.
Rangkaian acara yang diselenggarakan dalam memperingati bertumbuhnya Banyumas dalam rentang empat setengah abad ini tak menonjolkan sikap jemawa. Alih-alih, seluruh kegiatan yang digelar merefleksikan wajah asli Banyumas.
Dilansir dari banyumaskab.go.id, Kabupaten Banyumas berdiri pada 6 April 1582 (12 Rabiul Awal 990 Hijriah). Penetapan hari jadi ini tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 1990.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari jadi menjadi momen penting untuk menapaktilasi perjalanan historis kabupaten ini. Penghormatan kepada leluhur dan pendahulu diejawantahkan dengan berziarah ke makam Raden Joko Kahiman yang berlokasi di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas. Acara ini digelar pada Kamis, 12 Februari 2026.
Tingkat Kemiskinan Menurun
Selain ziarah, ada pula Kirab Pusaka yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini sebagai upaya masyarakat Banyumas melestarikan budaya yang sudah mengakar teramat kuat di kabupaten itu. Acara mengambil rute dari Pendopo Wakil Bupati dan berakhir di Alun-alun Purwokerto/Pendopo Si Panji.
Pada kesempatan itu, Bupati Kabupaten Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak seluruh elemen masyarakat Banyumas bertekad mewujudkan Banyumas PAS.
Acara lain yang berkaitan dengan budaya yakni Pesta Budaya/Hiburan Rakyat dan Banyumas Culture Festival. Yang tak kalah menarik yakni acara Banyumas Mengaji yang digelar pada hari yang sama dengan peluncuran Tugu Baca.
Sederhana tapi tetap meriah. Begitu kesan yang tertangkap dari perayaan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas.
Memasuki tahun ke-455, kabupaten yang memiliki bahasa khas Banyumasan dengan sebutan Bahasa Ngapak ini terus melakukan akselerasi pembangunan, sembari terus membenahi diri.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
