Maka, Timbul dan para pemuka desa menyulap Melung menjadi sebuah destinasi wisata. Namun, sekali lagi, mereka tetap mempertahankan alam dan lingkungan agar tetap lestari.
“Tak banyak mengubah alam menjadi wisata buatan. Kami tetap menjaga agar wajah wisata Melung tetap autentik, tak terkesan artifisial,” tutur lelaki yang dipercaya sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pagubugan Desa Melung ini.
Kunjungan Wisata Meningkat
Dalam praktiknya, imbuh Timbul, masyarakatlah yang menjadi pelaku utama. Mereka bergerak dalam upaya pengembangan wisata, termasuk pemberdayaan UMKM, kesenian, dan adat istiadat setempat.
“Keterlibatan warga disesuaikan dengan tugas dan kepiawaiannya masing-masing. Kelompok kesenian ya berperan untuk mendukung di bidang kesenian. UMKM ya untuk mendukung di bidang UMKM, dan seterusnya,” terangnya.
Desa Melung meraih juara 1 sebagai Desa Wisata Nusantara 2025 yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal. Penganugerahan digelar di Kabupaten Boyolali pada 15 Januari 2026.
Predikat juara membuat desa ini terpublikasikan lebih masif. Jumlah kunjungan wisata meningkat. Umumnya, para pelancong ingin mengunjungi areal wisata Pagubugan dan kolam renang yang berada di tengah hamparan sawah.
Khoerudin, Kepala Desa Melung, mengungkapkan sebelum dikenal sebagai desa wisata, Melung memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur yang kurang memadai.
“Sejalan dengan misi mengembangkan potensi di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan wisata, serta bedah potensi unit usaha yang harus dijalankan oleh Bumdes, muncullah ide untuk mengembangkan wisata yang pada akhirnya Melung menjadi Desa Wisata,” tutur pria asal Cilacap ini.
Produktif, Adil, dan Sejahtera
Dijelaskan Khoerudin, pada awalnya banyak warga yang tak yakin bahwa Melung bisa dijadikan sebagai desa wisata. “Semula warga khawatir mata pencaharian di bidang pertanian akan hilang, karena salah satu lokasi destinasi wisata berada di area persawahan,” imbuhnya.
Lambat laun, kekhawatiran itu hilang dengan sendirinya. Kini, taraf kesejahteraan warga justru terangkat, seiring dengan banyaknya wisatawan yang mengunjungi Desa Melung. “Warga makin bangga akan desanya, karena menjadi salah satu desa terbaik di Indonesia,” ujar Khoerudin.
Dia menambahkan, Melung adalah destinasi wisata yang berbasis pada kelestarian alam, sehingga tidak harus mengubah kondisi alam. “Kami hanya menatanya. Selebihnya, alam tetap dibiarkan lestari. Sesuatu yang dibuat-buat, kan biasanya akan cepat pudar,” tuturnya.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
