SURABAYA, iNewsPurwakarta.id - Aksi ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Surabaya, Jawa Timur, berujung ricuh pada Jumat (31/7/2026). Massa menerobos barikade polisi di Jalan Kartini dan melemparkan batu serta botol bekas ke arah aparat TNI-Polri yang berjaga.
Kericuhan dipicu ketika massa berupaya memasuki Jalan Teuku Umar, lokasi yang disebut menjadi tempat berkumpul kelompok penagih utang atau debt collector. Aksi tersebut merupakan buntut dari perselisihan yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.
Ketegangan meningkat saat sejumlah peserta aksi mendorong barikade pengamanan dan memaksa masuk ke kawasan yang telah ditutup aparat. Personel TNI dan Polri segera membentuk pagar pengamanan untuk mencegah bentrokan antara kedua kelompok.
Rekaman video di lokasi memperlihatkan massa berdesakan di depan barikade. Beberapa orang kemudian melemparkan batu dan botol bekas ke arah petugas.
Aparat yang telah dilengkapi perlengkapan pengamanan berhasil menahan lemparan tersebut dan mengendalikan situasi sehingga massa tidak berhasil memasuki Jalan Teuku Umar.
Petugas terus mengimbau peserta aksi untuk mundur dan menjaga jarak dari area pengamanan. Pengamanan juga diperketat guna mengantisipasi potensi kericuhan susulan.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
