Sebelum rusak, perpustakaan menjadi tempat favorit anak-anak setiap Sabtu dan Minggu. Mereka datang untuk membaca bersama, belajar, hingga mengikuti berbagai kegiatan edukatif.
Tak hanya anak-anak, ibu-ibu dan masyarakat umum juga memanfaatkan perpustakaan untuk mencari berbagai referensi, termasuk buku pertanian dan keterampilan.
“Anak-anak sekarang lebih banyak di rumah. Dulu setiap Sabtu dan Minggu mereka selalu berkegiatan di perpustakaan. Sekarang kembali lagi bermain gadget karena tidak ada aktivitas seperti dulu,” tutur Romli.
Perpustakaan tersebut bahkan tidak hanya dikunjungi warga sekitar. Sejumlah wisatawan yang singgah di kawasan wisata sekitar juga kerap datang untuk membaca.
Romli mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan agar gedung perpustakaan dapat kembali digunakan.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
