Apa yang diungkapkan Sujono diamini oleh Jayanty O. Maulina, Senior Manager Corporate Communication & Relation PT Elnusa Tbk.
Jayanty mengungkapkan, program Mekar Bestie lahir dari sebuah keyakinan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Dikatakannya, saat berinteraksi dengan YPLB Nusantara, Elnusa melihat ada anak-anak yang memiliki semangat belajar dan kemampuan yang baik.
“Namun, mereka belum memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan yang menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” ujar Jayanty melalui wawancara tertulis, Sabtu, 5 September 2026.
Jayanty O. Maulina, Senior Manager Corporate Communication & Relation PT Elnusa Tbk saat melihat praktik menjahit di sebuah workshop. (Foto: dok Elnusa)
Elnusa ingin mereka tak hanya mendapatkan pengalaman belajar, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan.
“Program Mekar Bestie dirancang sebagai sebuah perjalanan pemberdayaan, bukan sekadar kegiatan bantuan,” ujarnya.
Bersama pihak sekolah, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa energi yang terintegrasi itu melakukan pemetaan minat dan kemampuan siswa.
Perusahaan ini menemukan beberapa anak yang menunjukkan ketertarikan serta potensi dalam bidang menjahit.
Melalui proses asesmen tersebut, dipilih 10 siswa untuk mengikuti program secara lebih intensif.
Jayanty mengungkapkan bahwa program ini memang dikaitkan dengan sampah plastik. Sebab, pada satu sisi ada kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus.
Pada sisi lain, isu lingkungan yang juga menjadi perhatian Elnusa, khususnya tentang pengelolaan sampah plastik.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
