Ingatan Sujono menerawang ke belakang. Dia mengenang sebuah peristiwa pada 1988 yang menjadi cikal bakal pendirian YPLB Nusantara.
Suatu siang di Beji, Sujono melihat seorang anak lelaki penyandang down syndrome sedang mencari sisa-sisa makanan di sebuah tempat pembuangan sampah.
Sujono, Ketua dan pendiri YPLB Nusantara bersama sejumlah anak asuhnya. (Foto: dok YPLB Nusantara)
Rasa kemanusiaan Sujono tergugah. Tak berpikir panjang, dia segera membawa anak yang diperkirakan berusia 14 tahun itu untuk memberinya makan.
“Saya mengontrakkan rumah untuk anak malang itu, lokasinya tak jauh dari tempat pembuangan sampah,” kenang Sujono.
Seiring dengan berjalannya waktu, rumah tersebut lambat laun menjadi tempat penampungan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Lama-lama makin banyak yang mendatangi rumah itu. Jika ada warga yang menemukan penyandang disabilitas terlantar, dikirim ke sana,” ungkap Sujono.
Lantaran rumah kontrakan itu tak lagi mampu menampung anak-anak yang diasuhnya, akhirnya Sujono memutuskan membeli lahan di sana. Dia mendirikan bangunan yang belakangan menjadi YPLB Nusantara hingga saat ini.
Sujono bercerita, keterlibatan Elnusa pada yayasannya, bermula ketika perusahaan tersebut sering mengundang anak-anak untuk berbagi kebahagiaan. Misalnya di bulan puasa dan Idul Fitri.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
