Ia berharap proses pemilihan ketua tidak memicu ketegangan di antara kader. Menurutnya, Musda merupakan agenda rutin organisasi yang harus dijalankan dengan suasana kekeluargaan, tanpa mengesampingkan aturan dan mekanisme partai.
"Ini peristiwa rutin, biasa dan lumrah. Sehingga tidak perlu tensi tegang. Kita jamin kegiatan akan berlangsung kondusif dan melahirkan kebahagiaan untuk semua pihak," ujarnya.
Farid juga mengingatkan bahwa Partai Golkar yang telah berusia 62 tahun memiliki pengalaman panjang dalam mengelola perbedaan di internal organisasi.
Ia menilai setiap kader tetap memiliki peran penting, terlepas dari terpilih atau tidaknya sebagai Ketua DPD Golkar Purwakarta. Para kader, kata dia, merupakan tokoh di lingkungan masing-masing yang dapat terus berkontribusi bagi masyarakat.
"Kalau sudah menjadi kader Golkar, panggilan berubah menjadi ketua. Ya, ini karena para beliau adalah tokoh komunitasnya masing-masing. Gak jadi Ketua DPD pun panggilan harian tetap ketua," tambahnya.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
