get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran TPA Cikolotok Hanguskan Sekitar Satu Hektare Lahan, Truk Sampah Tetap Beroperasi

Andra dan Lukisan Hitam Putihnya: Sepenggal Lakon dari Panggung Art With Heart

Kamis, 09 Juli 2026 | 05:35 WIB
header img
Daya ingat visual Nadhifandra Naladira yang sangat tajam dituangkannya dalam karya lukis. (Foto: dok Andra)

Bagi Andra, Art with Heart adalah sebuah panggung untuk mengekspresikan dan mengembangkan talentanya dalam seni lukis. Peluang emas itu tak boleh dilewatkan. Art with Heart adalah anugerah.   

Berbagi Keceriaan 

Dalam rutinitas kesehariannya, Andra memang tak jauh dari kertas gambar, kanvas, dan drawing pen. Untuk memenuhi hasrat melukisnya yang tak pernah henti, dia kerap meminta kedua orang tuanya untuk jalan-jalan keliling kota setiap akhir pekan. Dengan senang hati, Meidy dan Irawan Hari Putranto, ayah  Andra, mengangguk mengiyakan.

Maka, keluarga yang tinggal di Perumahan Puri Gading, Vila Carita, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat ini sudah terbiasa jalan-jalan berkeliling hingga ke Jakarta setiap Sabtu dan Minggu.

Sehari atau dua hari setelah berburu objek di berbagai suasana dan sudut kota, Andra menuangkan apa yang dilihat dan disimpan di benaknya ke atas kertas atau kanvas. Maka terciptalah lukisan seperti taman, pasar, deretan mobil yang tengah terjebak kemacetan, lanskap kota, jalan layang, atau gedung-gedung menjulang. 

 


Salah satu karya lukis hitam putih Andra, situasi lalu lintas di salah satu sudut Kota Jakarta. (Foto: dok Andra)
 

 

Meidy mengungkapkan, talenta melukis yang dimiliki Andra sudah terlihat sejak dia berusia sekitar empat tahun. Saat itu, dia mencermati hasil lukisan Andra.
“Hasil lukisannya memiliki keunikan tersendiri. Gambarnya bukan lagi dua dimensi, tapi tampak tiga dimensi. Sejak itu saya yakin anak ini punya talenta yang mesti diasah,” tuturnya.

Benar saja, dengan disokong penuh oleh kedua orangtuanya, makin hari bakat Andra makin tampak. Ciri khas lukisan-lukisannya adalah hitam putih. Ya, tanpa warna. 

Serius ingin mendalami seni lukis, Andra memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya seusai lulus SMA. Dikatakan Meidy, anaknya itu sudah mantap dengan pilihannya. Meidy dan Irawan, lagi-lagi, mengangguk mengiyakan. 

Yang menarik, Andra tak ingin sendirian menikmati hasil dari lukisan yang terjual. Ia kerap berbagi keceriaan dengan sesama, khususnya dengan mereka penyandang austisme yang tinggal di panti-panti asuhan. 

Pada 2022 Andra mengikuti D-EUM Art Contest Asia-Pacific di Korea Selatan. Dalam pameran lukisan dan kompetisi seni untuk anak difabel yang digelar oleh Disabled People's International (DPI) Korea itu, Andra meraih Medali Perunggu alias Juara III.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut