get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Dikirimi Uang Istri yang Jadi TKW di Arab Saudi, Ayah Diduga Aniaya Anak Kandung

Penghantar Generasi Emas Bernama Telur Ceplok

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:08 WIB
header img
Para siswa SD Negeri 2 Banjarsuri, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung memamerkan telur. (foto: dok SDN2 Banjarsuri)

Pelajaran kebiasaan pola hidup sehat yang diperoleh Argha di sekolah, diterapkan juga di rumahnya. Selain rutin melahap telur, dia juga makin rajin mencuci tangan. Pola makannya pun makin teratur. Obsesi untuk memiliki badan gemuk, rupanya terus bergelayut di benaknya.

“Anak saya banyak berubah. Sekarang setiap habis main bola atau kegiatan lain di luar rumah, dia pasti membersihkan tangan,” kata Elti Sukaisih, ibu Argha, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu, 9 Agustus 2026.


Capaian program JAPFA for Kids tahun 2024-2025. (Ilustrasi: dok JAPFA)
 

Begitu pula ketika hendak bercengkerama dengan adiknya yang baru berusia empat bulan, Argha harus memastikan tangannya terbebas dari kotoran. “Argha bilang, takut bakterinya berpindah ke tubuh adiknya,” imbuh Elti.

Sekarang malah Argha yang kerap mengingatkan orang tuanya tentang pentingnya mencuci tangan dan makan dengan gizi yang seimbang.

Sebagai orang tua, Elti mengaku merasa bangga dan bersyukur. Dia berharap pola hidup sehat yang diterapkan Argha menjadi sebuah kebiasaan di lingkungan rumahnya.

Setiap hari Elti tak pernah jemu membuatkan telur ceplok alias telur mata sapi untuk anak sulungnya itu. Khusus untuk hari Sabtu, telur ceplok itu dibawa sebagai bekal teman nasi ke sekolah.

“Anak-anak mendapat jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) Senin sampai Jumat. Maka, setiap Sabtu kami mewajibkan para siswa membawa bekal makanan dari rumah,” terang Supanti.

Rela Menggunakan Ember

Bagi 12 siswa dengan kondisi malnutrisi, imbuh Supanti, mereka disatukan dalam sebuah ruang kelas. Di ruang itu, Supanti kerap memberi edukasi dan mengajak mereka berdiskusi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Untuk melihat perubahan fisik siswa malnutrisi, pihak sekolah bekerja sama dengan puskesmas melakukan pengukuran tinggi dan berat badan.

Pada 2026 ini, JAPFA for Kids di Kabupaten Lampung Selatan menyasar 15 SD di Kecamatan Sidomulyo. Total yang terperiksa secara mandiri oleh guru sebanyak 2.049 siswa, dan 214 siswa dinyatakan dalam kondisi malnutrisi.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut