get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Dikirimi Uang Istri yang Jadi TKW di Arab Saudi, Ayah Diduga Aniaya Anak Kandung

Penghantar Generasi Emas Bernama Telur Ceplok

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:08 WIB
header img
Para siswa SD Negeri 2 Banjarsuri, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung memamerkan telur. (foto: dok SDN2 Banjarsuri)

Dalam praktiknya program ini melibatkan dua orang fasilitator, yakni Debora Intan dan Tamara Karent. Keduanya melakukan pendampingan secara intensif selama enam bulan.

“Kami melakukan pemeriksaan status gizi siswa di awal dan akhir program, dan memonitor pertumbuhan mereka secara berkala,” tutur Debora. Sepanjang dipercaya menjadi fasilitator, dia mengaku banyak menemukan pengalaman yang menarik, menyentuh, dan unik.

Setiap hari kecuali hari libur, mulai jam 7.00 hingga siang hari, Debora dan Tamara mesti mengunjungi sekolah-sekolah penerima program. Jarak dari satu sekolah ke sekolah lain sekitar 8-10 km.

“Dalam sehari kami mengunjungi 2-3 sekolah. Alhamdulillah, saya sudah sangat dekat dengan anak-anak. Mereka memanggil saya ‘Mbak Dora’. Walaupun salah menyebutkan nama, tapi itu kan artinya mereka sudah mengenal saya, hehehe,” imbuhnya.  

Debora patut bersyukur karena semua sekolah penerima manfaat sangat menyokong dan antusias mengikuti JAPFA for Kids. “Beberapa sekolah yang tak memiliki wastafel, rela menggunakan ember untuk praktik cuci tangan. Ini bentuk antusias mereka,” ujar Debora.

Melanggengkan Komitmen

Tantangan yang dirasakan oleh Debora pada awal pelaksanaan, adalah upaya penyamaan persepsi dengan wali murid agar mereka ikut berkomitmen dalam program itu.

Tak dapat dipungkirinya bahwa ada sejumlah orang tua siswa yang harus diberi pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang.

Debora harus memilih diksi yang tepat agar tak menimbulkan ketersinggungan. “Misalnya, saya lebih suka mengatakan ‘anak yang perlu makanannya lebih seimbang’, daripada mengatakan ‘anak bergizi buruk atau kurang gizi’,” ujar Debora.

Tak sia-sia upaya dia memberi pemahaman tentang pentingnya makanan dengan gizi seimbang. Memasuki minggu ketiga sejak JAPFA for Kids dilaksanakan, perempuan asal Tasikmalaya ini mengaku sudah merasakan adanya perubahan.

“Ada beberapa orang tua yang karena kesibukan mereka, pada awalnya hanya menyediakan mi untuk anaknya. Yang penting anaknya bisa kenyang. Sekarang, para orang tua sudah terbiasa menyediakan sayuran,” imbuh Debora.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut