get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Dikirimi Uang Istri yang Jadi TKW di Arab Saudi, Ayah Diduga Aniaya Anak Kandung

Penghantar Generasi Emas Bernama Telur Ceplok

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:08 WIB
header img
Para siswa SD Negeri 2 Banjarsuri, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung memamerkan telur. (foto: dok SDN2 Banjarsuri)

Atas kontribusinya mengatasi malnutrisi dan mengedukasi pola hidup sehat anak-anak, JAPFA diganjar dengan sejumlah penghargaan bergengsi.

Dalam ajang Asia Responsible Entrepreneurship Awards (AREA) yang digelar di Bangkok, Thailand pada 2017, perusahaan itu meraih penghargaan dari kategori Health Promotion. Dua tahun kemudian, yakni pada 2019 dalam ajang yang sama di Taipei, Taiwan, lagi-lagi JAPFA menyabet penghargaan bergengsi tersebut.

Selain itu, JAPFA juga berhasil menyabet  penghargaan di ajang Fortune Indonesia Change the World yang digelar pada awal 2024.


JAPFA for Kids diganjar penghagaan Asia Responsible Entrepreneurship Awards (Foto: dok JAPFA)
 

 

Tampaknya perusahaan agri-pangan penyedia protein hewani ini akan terus menggulirkan JAPFA for Kids. Ya, sepanjang kasus malnutrisi masih mengintai dan merampas keceriaan anak-anak bangsa. Sebab, anak-anak inilah yang menjadi pemeran utama sebagai Generasi Emas 2045.

“Anak di Indonesia mengalami triple burden of malnutrition, yaitu kekurangan gizi, gizi berlebih, dan kekurangan zat gizi mikro,” ujar Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kementerian Koordinator PMK, Jelsi Natalia Marampa, dilansir dari situs resmi Kemenko PMK.

Dia mengungkapkan, pada 2024 anak sekolah usia 5–12 tahun yang mengalami kasus gagal tumbuh (stunting) sebanyak 18,7 persen, badan kurus (wasting) 11 persen, obesitas 19,7 persen, dan anemia 16,3 persen.

“Angka prevalensi balita stunting sebanyak 21,5 persen,” terang Jelsi dalam acara Bincang Bahari di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu, 19 November 2025.

Dia melanjutkan, sebanyak 65 persen anak usia sekolah tidak terbiasa dengan sarapan sehat, 97,7 persen anak usia 5–14 tahun kurang mengonsumsi sayur dan buah, “Serta 54 persen memakan jajanan yang tidak sehat,” ujarnya.

Boleh jadi Argha tak terlalu paham tentang triple burden of malnutrition. Yang barangkali dia ketahui adalah bahwa senam membuat badannya bugar, mencuci tangan mampu mengusir bakteri, dan mengonsumsi telur ceplok secara rutin menciptakan kenikmatan tiada tara.

Namun dari pemahamannya yang sederhana itu, tanpa disadarinya bahwa sebenarnya dia sedang membangun fondasi untuk masa depannya.

Argha sedang melakoni perannya sebagai calon Generasi Emas. Ya, dengan telur ceplok yang kerap dilahapnya.**  

 

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut