Penghantar Generasi Emas Bernama Telur Ceplok
JAPFA for Kids melanggengkan komitmennya dalam mengentaskan malnutrisi anak-anak bangsa. Tampaknya program dengan misi kemanusiaan ini bakal terus berlanjut.
JAPFA mencatat, sejak 2008 hingga 2025 program ini telah menjangkau 105 kabupaten/kota yang tersebar di 28 provinsi. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 201.056 siswa menjadi penerima manfaat. Mereka tersebar di 1.214 sekolah dengan melibatkan 13.541 guru.
Pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 anak dengan kondisi malnutrisi berhasil menjadi anak bergizi baik (51,5 persen). Adapun pada 2025, dari 1.034 anak dengan kondisi malnutrisi, 646 di antaranya menjadi anak bergizi baik (62,5 persen).
Pada 2026 yang merupakan tahun ke-18, JAPFA for Kids digelar di sembilan lokasi yang tersebar di delapan kabupaten. Dari 16.165 siswa yang mengikuti program ini, sebanyak 1.371 siswa dalam kondisi malnutrisi. Mereka berada di 95 sekolah.
“Program ini tak hanya memberikan edukasi, melainkan juga membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan di lingkungan sekolah,” tutur Head of Social Investment PT JAPFA Retno Artsanti.
Dia mengungkapkan, JAPFA for Kids dilengkapi dengan edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, dan monitoring berkala, “Tujuannya untuk memastikan bahwa dampak dari program ini bisa terukur secara konsisten,” imbuhnya.

Dilansir dari situs resmi Kemendikdasmen, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan sekolah dan siswa.
GSS fokus pada lima bidang utama yakni sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan.
Seperti diketahui, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 mencatat bahwa 112 juta masyarakat di Indonesia masih mengalami masalah gizi.
Dalam siaran pers pada Rabu 29 Juli 2026 di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Menteri Kesehatan Budi Gunandi Sadikin menyatakan bahwa berdasarkan cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar di sekolah, sebagian besar siswa SD sampai tamatan SMA terindikasi mengalami kekurangan gizi.
Menuju Generasi Emas 2045
Pemerintah tampaknya melihat persoalan gizi sebagai sebuah tantangan nasional. Maka tak terlalu berlebihan jika JAPFA ingin menggelorakan praktik baiknya, diawali dari ruang kelas.
Mengajak anak-anak membiasakan diri mencuci tangan dan makan dengan gizi yang seimbang, mungkin hanya ajakan sederhana. Namun dari kesederhanaan itu lahir harapan besar: menyehatkan Indonesia.
Editor : Iwan Setiawan