Jamu Tak Selalu Harus Digendong, Ini Jamu Digital Lho!

Seperti diketahui, Platform digital merupakan sarana untuk mempertemukan antarindividu atau kelompok melalui internet. Jenis platform digital di antaranya E-commerce, media sosial, keuangan online, transportasi online, dan pendidikan online.
Sangat menarik untuk disimak studi berupa survei yang dilakukan Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) tentang peran platform digital terhadap Pengembangan UMKM di Indonesia.
Melalui siaran pers pada awal 2024, INDEF menyebutkan bahwa sebanyak 33,86 persen UMKM yang semula melakukan penjualan secara konvensional, beralih ke penjualan secara online. Sebanyak 5,12 persen UMKM memanfaatkan platform digital sebagai satu-satunya sarana dalam berjualan.
INDEF juga menyebutkan, dua platform online yang paling banyak digunakan oleh UMKM untuk berjualan adalah aplikasi media sosial (56,30 persen) dan aplikasi e-commerce (47,64 persen).
“Shopee (50 persen) menjadi platform digital yang paling banyak digunakan oleh responden UMKM untuk berjualan online dalam satu tahun terakhir, diikuti oleh dua aplikasi media sosial lainnya,” tulis INDEF.
Hasil survei INDEF menunjukkan, saat responden hanya dapat memilih satu platform utama untuk berjualan secara online, Shopee menjadi aplikasi yang paling sering digunakan oleh pelaku UMKM, yakni sebesar (36,22 persen). Peringkat di bawahnya sebesar 18,50 persen, dan aplikasi Online Food Delivery (16,93 persen).
INDEF juga mencatat bahwa UMKM mengalami peningkatan omzet tahunan dan berhasil menciptakan lapangan kerja baru, setelah melakukan digitalisasi dalam bisnisnya. Peningkatan omzet tahunan rata-rata sebesar 88,37 persen.
Dengan gambaran tersebut, maka para pelaku UMKM yang enggan melakukan transformasi ke ruang digital, sangat dimungkinkan akan mengalami stagnasi.
Susi Suryani, di akhir wawancara, mengutarakan bahwa sehat itu berawal dari sebuah gawai. Di era serba digital ini, jamu dapat diperoleh dengan hanya meng-klik ‘beli’ di marketplace.
“Jamu tak selalu harus digendong. Melalui platform digital, minuman herbal ini bisa melanglangbuana, tanpa mengurangi cita rasa, dan khasiatnya setara dengan ‘jamu gendong’,” ujarnya.***
Editor : Iwan Setiawan