get app
inews
Aa Text
Read Next : Ikan Mati Massal di Waduk Jatiluhur Diserbu Warga, Harga Murah Jadi Daya Tarik

Ketika Solar Menjadi Penghubung Kehidupan di Waduk Jatiluhur

Senin, 22 Juni 2026 | 15:57 WIB
header img
Mang Yana, pengemudi ojek perahu di Waduk Jatiluhur, Purwakarta Jawa barat tengah duduk santai di atasnya perahunya sambil menunggu penumpang. (Foto: tatang budimansyah)

Perahu diesel yang dikemudikan Muldiana makin mendekati Pelabuhan Biru. Lelaki yang akrab disapa Mang Yana ini mematikan mesin perahunya beberapa saat sebelum tiba di tepi danau. Setelah benar-benar menepi, dia segera menambatkan perahu. Tiga orang penumpang terdiri dari suami, istri dan anak beranjak dari perahu, menuju daratan yang agak menanjak.

“YANG barusan menumpang perahu saya itu wisatawan dari Bekasi. Saya baru saja mengantarkan mereka berkeliling bendungan,” ujar Mang Yana mengawali obrolan di sebuah warung kopi di tepi Pelabuhan Biru, Minggu sore, 21 Juni 2026.

Waduk Jatiluhur yang berada di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat itu merupakan rumah kedua bagi Mang Yana. Lelaki berusia 40 tahun itu telah mengisi separuh hidupnya di danau ini sebagai pengemudi ojek perahu. Dia memilih Pelabuhan Biru, salah satu objek wisata yang berada di dalam kawasan bendungan sebagai tempat mangkalnya.

“Ya, sudah 20 tahun saya jadi tukang ojek perahu. Waktu yang lumayan lama,” tutur pemukim Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Purwakarta ini. Maka tak heran jika kecipak air danau dan deru mesin perahu menjadi irama yang sudah teramat akrab di telinganya.

Mang Yana sudah akrab dengan alam di sekitar bendungan dan mampu membaca kondisi cuaca. Intuisi semacam itu memang sangat berguna bagi para tukang ojek perahu.

“Jika cuaca tak mendukung, saya menolak untuk mengantarkan penumpang. Khawatir terjadi apa-apa ketika berada di tengah danau. Saya memang akan kehilangan rezeki. Tapi kan keselamatan lebih penting daripada uang, ya tidak?” ujar ayah satu anak itu.

Di zona Pelabuhan Biru, ada belasan ojek perahu yang siap melayani penumpang. Karena zona ini merupakan objek wisata, maka sebagian besar penumpangnya adalah para wisatawan.

Ini berbeda dengan para ojek perahu yang beroperasi di Kampung Serpis. Di zona ini kalangan penumpangnya lebih beragam, mulai dari wisatawan, para pemancing, hingga anak sekolah.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut