Ketika Solar Menjadi Penghubung Kehidupan di Waduk Jatiluhur
Bagi para pengemudi ojek perahu dan nelayan KJA, solar adalah penghubung kehidupan. Tanpa pasokan energi yang lancar, aktivitas ekonomi mereka bisa lumpuh. Benar, tak ada yang bisa menampik bahwa solar menjadi urat nadi Waduk Jatiluhur.
“Tanpa perahu, produksi ikan akan terganggu,” ujar Rahmat, nelayan KJA yang berada di zona Kampung Serpis. Lelaki yang bermukim di Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur ini, setiap hari harus mengontrol keramba miliknya di tengah danau. Tak heran jika perahu menjadi kendaraan utama para nelayan KJA.
“Alhamdulillah, selama ini pasokan solar tak pernah tersendat. Selalu lancar,” ujar Rahmat. Hal senada dilontarkan Mang Yana, “Saya biasanya membeli dua liter untuk beberapa rit. Para pengemudi ojek perahu membeli solar dari pengecer yang ada di tepi danau,” terang Mang Yana.
Seusai menjalani rutinitas hariannya mengantar jemput penumpang, Mang Yana beranjak pulang dan tiba di rumah sederhananya menjelang maghrib. Menyeruput kopi hitam yang diseduh sang istri, membuat tubuhnya kembali bugar.
Kabupaten Purwakarta mendapat pasokan BBM dari Fuel Terminal (FT) Cikampek. Pendistribusiannya dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga. Adapun untuk Kecamatan Jatiluhur, khususnya wilayah waduk, BBM didistribusikan dengan armada mobil tangki melalui rute utama, yakni dari FT Cikampek ke Gerbang Tol Kalihurip Utama dan keluar di Gerbang Tol Jatiluhur.
Editor : Iwan Setiawan