get app
inews
Aa Text
Read Next : Ikan Mati Massal di Waduk Jatiluhur Diserbu Warga, Harga Murah Jadi Daya Tarik

Ketika Solar Menjadi Penghubung Kehidupan di Waduk Jatiluhur

Senin, 22 Juni 2026 | 15:57 WIB
header img
Mang Yana, pengemudi ojek perahu di Waduk Jatiluhur, Purwakarta Jawa barat tengah duduk santai di atasnya perahunya sambil menunggu penumpang. (Foto: tatang budimansyah)

Pendistribusian BBM untuk Pulau Jawa memang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga. Adapun wilayah operasional PT Elnusa Petrofin meliputi wilayah luar Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Namun demikian, keduanya berada dalam naungan PT Pertamina (Persero) yang berkomitmen dalam hal pendistribusian BBM.

Daur Ulang Sampah

Seperti diketahui, PT Elnusa Petrofin merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa logistik dan distribusi BBM. Perusahaan ini menjadi ujung tombak  distribusi energi Pertamina, layanan transportasi BBM, pengelolaan terminal energi, dan penyaluran BBM ke seluruh wilayah Indonesia.

Yang menarik, dalam perjalanan operasionalnya PT Elnusa Petrofin juga berkontribusi penuh dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misalnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui program ini, perusahaan merangkul para pelaku UMKM, juga berkontribusi dalam bidang pendidikan dan lingkungan.

Warbiah Tanjung, pemukim jalan Ketapang Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatra Utara, adalah satu dari beberapa pelaku UMKM yang dibina PT Elnusa Petrofin. Perempuan ini bersama anak dan suaminya mendaur ulang sampah plastik bekas kemasan menjadi tas dan tikar. Produknya diberi nama Abdus Barus

 


Tim CSR PT Elnusa Petrofin FT Sibolga saat berkunjung ke rumah Warbiah Tanjung, pelaku UMKM Abdus Barus. (Foto: dok FT Sibolga)
 

 

“Saya memulai dengan kerajinan ini sejak 2016,” ujar Warbiah saat dihubungi melalui telepon, Sabtu, 20 Juni 2026. Tak susah bagi Warbiah untuk mengumpulkan bahan baku.

Dia meminta warga sekitar rumahnya untuk tidak membuang sampah bekas kemasan. Warbiah membelinya seharga Rp5.000-10.000 untuk sekantong plastik. Selain itu, Warbiah juga kerap memunguti sampah-sampah plastik yang bertebaran di tepi pantai, tak jauh dari rumahnya. 

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut