get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Korupsi MBG, Kejagung Sita Rolex hingga Dolar Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana

Syifan, Saidah dan Sekolah Rakyat: Ketika Kemiskinan Tak Lagi Mengubur Harapan

Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:26 WIB
header img
Para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, tampak gagah dan memesona. Foto: Dok SRMA 13 Bekasi

Sebelum ada keputusan keluar, sekolah selalu melakukan edukasi, mediasi, dan pendampingan.  Jika tetap tidak bisa beradaptasi, barulah digantikan oleh siswa lain,” ujar Lastri.

Yang menggembirakan, selama tinggal di asrama kondisi kesehatan siswa mengalami peningkatan. Sebab, pola makan mereka menjadi teratur, kondisi gizi membaik, dan berat badan pun meningkat.

 Selama menjalani masa pendidikan di asrama, para siswa memperoleh makan tiga kali sehari, seragam, dan alat kebersihan pribadi seperti sampo, sabun, pasta gigi dan minyak wangi.

“Program Sekolah Rakyat hadir untuk membantu mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan yang layak dan pembekalan yang cukup, sehingga anak-anak dapat menjadi agen perubahan bagi keluarganya dan masyarakat. Ini adalah program mulia karena menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir untuk rakyat,” ujar Lastri.

SRMA 13 Bekasi berada di kompleks Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kementerian Sosial. Tercatat ada 180 anak yang saat ini menempuh pendidikan di SRMA 13 Bekasi. Mereka terdiri dari 104 siswi dan 76 siswa. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah rintisan Sekolah Rakyat tahap 1A.

Sekitar 75 persen siswa berasal dari Kota Bekasi dan sekitar 25 persen dari Kabupaten Bekasi.Mereka merupakan anak-anak yang berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok Desil 1 dan Desil 2.

 


Para siswa baru saja menerima perlengkapan untuk kebersihan diri. Mereka tampak semringah. (foto: Tatang Budimansyah)
 
“Proses rekrutmen dilakukan bersama pendamping PKH dan tim lapangan. Data diverifikasi langsung ke rumah-rumah calon siswa sebelum akhirnya mereka diterima,” terang Lastri.

 

Dia melanjutkan, selain para guru, di Sekolah Rakyat juga terdapat wali asuh. Di SRMA 13 Bekasi ada 18 wali asuh, “Satu wali asuh mendampingi 18 siswa,” tuturnya.

Menampung 45.000 Siswa

Yang menarik, lanjut Lastri, bantuan dari Kemensos tidak hanya diberikan kepada siswa. Nyatanya, orang tua siswa juga mendapatkan pelatihan dan pembinaan ekonomi. Mereka diberikan pembekalan usaha, bantuan modal, dan pendampingan oleh pendamping PKH.

Tujuannya agar orang tua memiliki kemandirian ekonomi sehingga kesejahteraan keluarga meningkat seiring keberhasilan pendidikan anak.

“Misalnya, jika orang tua ingin membuka usaha seperti berjualan atau membuat tahu, mereka akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan,” terang Lastri.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut