Sensus Ekonomi 2026: Lakon Kegigihan Pemburu Data di Tengah Badai Hoaks

Tatang Budimansyah
Nuryanti, sang pemburu data pada Sensus Ekonomi 2026 di Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat. (Foto: Tatang Budimansyah)

“Tika bukan petugas sensus. Ia adalah seorang kreator konten,” tandas Kepala Biro dan Hubungan Masyarakat Badan Pusat Statistik Favten Ari Pujiastuti Melalui surat resmi bernomor B-109/02500/HM.310/2026 tertanggal 24 Juni 2026.

Adegan kemarahan, penolakan pendataan, dan pelemparan keranjang tak pernah terjadi dalam proses pendataan sensus.

Meluruskan Kabar Bohong

Nuryanti menyayangkan bahwa tak sedikit warga yang menelan mentah-mentah informasi yang diperolehnya dari media sosial, tanpa melakukan cek fakta dan verifikasi, “Ada saja yang langsung percaya,” tutur Nuryanti di sela-sela tugasnya, Minggu, 26 Juli 2026. 

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Nuryanti. Tanpa dibekali kesabaran, imbuhnya, bisa jadi dia mundur menjadi petugas sensus di tengah jalan.

“Meyakinkan responden tentang manfaat Sensus Ekonomi adalah sebuah seni. Saya sebagai pemburu data harus menembus badai bernama hoaks,” tandasnya usai meneguk air mineral dalam botol berukuran sedang yang sejak tadi digenggamnya.

Kemarau memang sudah melanda Purwakarta sejak beberapa bulan terakhir. Kendati sudah mengenakan topi, tetap saja Nuryanti merasakan ubun-ubunnya seperti terbakar. Entah berapa kali dia menyeka keringat yang menempel di dahi dan lehernya.

Lagi-lagi, dia meneguk air mineral, “Harus banyak minum supaya kerongkongan tidak kering,” tuturnya sambil tertawa. Nyaris tersedak, tapi tidak jadi. 

Bagi Nuryanti Sensus Ekonomi 2026 adalah pengalaman keduanya menjadi mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Purwakarta. Sepuluh tahun silam, tepatnya pada 2016, dia juga menjadi petugas sensus.

Tak mengherankan jika responden yang didata sebagian besar sudah mengenalinya. Dalam berinteraksi dengan responden, Nuryanti mengaku nyaris tak menemukan kesulitan. Tapi tak bisa ditampik bahwa tak sedikit pula warga yang tergiring hoaks.

“Sekarang kan semua orang punya HP. Mereka dengan mudah mengakses segala macam informasi, termasuk informasi bohong alias hoaks. Maka, saya berkewajiban meluruskan kabar bohong itu,” terangnya.

Apa yang dilontarkan Nuryanti, diamini oleh Enung Nurjanah, Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) Desa Bunder. Enung mengatakan, dalam menjalankan tugasnya, para petugas sensus harus berperang melawan hoaks.

Editor : Iwan Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network