Dikatakannya, sebagian pelaku usaha ada yang belum paham manfaat dilaksanakan sensus. Hal itu diperparah dengan beredarnya hoaks yang menyatakan sensus untuk menaikkan pajak, tautan palsu untuk modus penipuan, atau data akan bocor jika disensus.
Dia membayangkan bagaimana jika pemerintah membuat kebijakan ekonomi tanpa didukung data yang akurat. Menurutnya, konsekuensinya sangat besar dan yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat.
Irna Afrianti, Kepala BPS Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (Foto: Tatang Budimansyah)
“Tanpa data, bantuan bisa jatuh pada sasaran yang salah dan program yang dibuat tidak sesuai dengan permasalahan yang terjadi,” paparnya.
Setengah jam menjelang waktu magrib. Nuryanti sudah bersiap pulang. Hari itu dia berhasil mengantongi data dari 13 responden.
Besok pagi, dia kembali mengenakan rompi hitam, mengalungkan tanda pengenal, mencium tangan suami, dan berdoa sebelum berburu data.
Nuryanti sadar bahwa hoaks memang sulit diberangus dan akan terus bergentayangan di dunia maya.
Yang dilakukannya bukan meniadakan hoaks, melainkan membentengi responden agar tak terbius oleh bualan-bualan yang menyesatkan itu.**
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
