Soal berinteraksi, Chesya menyatakan bahwa Callan memiliki kemampuan berkomunikasi berbasis teks dengan baik. Selain itu, setiap sore Callan membuka kelas kecil Bahasa Isyarat bagi rekan-rekan kerjanya.
Chesya mengacungi jempol atas ide-ide yang kerap disampaikan Callan. Menurutnya ide Callan sangat relevan dengan budaya kerja di perusahaan distributor alat berat terbesar di Indonesia ini.
Mengubah Cara Pandang
Setelah sebulan Callan bergabung, Chesya sudah melihat banyak perubahan yang tampak pada dirinya. “Dia makin percaya diri dan makin memahami pekerjaannya,” tuturnya.
Callan tak menunjukkan bahwa keterbatasannya menjadi penghalang dalam berkarya. Chesya melihat bahwa yang terpenting bukanlah memperlakukannya secara berbeda.
“Idealnya adalah menyediakan cara berkomunikasi dan lingkungan kerja yang memungkinkan dia bekerja secara optimal,” ujarnya.
Awalnya Chesya memiliki pemahaman bahwa difabel membutuhkan perlakuan khusus, termasuk dalam hal pemberian pekerjaan.
Namun pengalaman bekerja bersama Callan mengubah cara pandangnya. Callan adalah bukti bahwa difabel juga memiliki kemampuan melakukan pekerjaan berstandar profesional.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
