Intinya, imbuh Ken, Bluebird tak membeda-bedakan gender. Setiap orang punya kesempatan dan peran yang sama.
Perusahaan yang pernah ditetapkan sebagai Wonderful Indonesia Service Ambassador oleh Kementerian Pariwisata pada 2018 itu setidaknya memiliki tiga program, yakni program pelatihan, keamanan, dan kesejahteraan.
Untuk para pengemudi Bluebird, khususnya perempuan, manajemen melakukan pembekalan terlebih dahulu, berupa pelatihan dan coaching dari internal pool.
“Tugas kami di manajemen pool adalah mempersiapkan pengemudi sebelum mereka beroperasi. Kami melakukan pelatihan, coaching, dan pembinaan sehingga mereka bisa beradaptasi dengan baik di jalan,” papar Ken.
Dari sisi keamanan, Ken mengatakan bahwa manajemen perlu memastikan para pengemudi, khususnya Srikandi Bluebird mendapatkan perlindungan keselamatan.
Bluebird memasang fitur tombol darurat (emergency button) di armada. Jika tombol tersebut ditekan oleh pengemudi, akan ada sinyal khusus yang dikirimkan ke manajemen pusat.
“Dengan begitu, kami bisa mengetahui bahwa pengemudi sedang berada dalam situasi berbahaya,” terangnya.
Adapun dari sisi kesejahteraan, manajemen menyediakan berbagai fasilitas, termasuk klinik. Jika pengemudi sedang sakit atau tak enak badan, mereka bisa mendapatkan pengobatan gratis di pool. Selain itu, ada pula program beasiswa Bluebird Peduli dan pinjaman lunak.
Ken memastikan bahwa Srikandi Bluebird adalah para pengemudi terampil. Mereka sudah menerapkan safety driving untuk memastikan keamanan dan kenyamanan di jalan.
“Para Srikandi ini sudah melewati serangkaian tes sebelum diterima di Bluebird. Mereka sudah melalui proses rekrutmen yang inklusif,” imbuh Ken.
Dilansir dari situs resmi Bluebird Group, hingga 2025 perusahaan itu telah merekrut lebih dari 280 pengemudi perempuan. Mereka bertugas di layanan Bluebird, Silverbird, dan Goldenbird.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
